Menanggapi hal ini, peneliti Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Veri Junaidi menuturkan, pilkada serentak seharusnya menjadi momentum bagi kedua partai politik tersebut untuk segera menyelesaikan konflik.
"Ini mestinya menstimulasi mereka untuk islah dan membentuk kepengurusan sesegera mungkin," ujar Veri Junaidi di Jakarta, Selasa (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski sulit, paling tidak sampai pilkada serentak ini selesai," tuturnya. Mekanisme ini, menurut Veri juga akan berdampak positif bagi independensi dan kemandirian KPU sebagai penyelenggara pilkada serentak.
Pun, ia menduga kisruh kepengurusan partai beringin dan partai Kabah ini tak akan berakhir dengan cepat. Pangkalnya adalah ketidakpercayaan kubu Aburizal Bakri dan kubu Suryadharma Ali kepada Kementerian Hukum dan HAM.
"Ada saling tidak percaya antara yang bertikai dan Kemenkumham. Sulit bagi parpol menerima keputusan yang sebenarnya legal," ucapnya.
Philips mendesak para pihak yang bersengketa untuk tidak mengutamakan kepentingan elite, melainkan mengedepankan aspirasi kader dan pengurus mereka di daerah.
(obs)