"Yang menentukan reshuffle kabinet itu presiden, jadi waktu kapan tepatnya presiden yang putuskan," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Jum'at (8/5).
Kendati pernah mengisyaratkan akan melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat, JK meminta semua pihak menanti keputusan presiden. Soalnya, keputusan perombakan kabinet merupakan wewenang prerogatif presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, Jusuf Kalla pernah mengisyaratkan akan ada perombakan kabinet dalam waktu dekat. JK menjelaskan perombakan kabinet dirasa perlu untuk mengintensifkan program kerja Jokowi-JK. Namun sayangnya, JK tak menjelaskan sektor kementrian mana yang menjadi sasaran perombakan.
Belum lagi soal komunikasi di lingkungan pemerintahan. Kasus lolosnya Peraturan Presiden soal penambahan uang muka mobil pejabat itu misalnya. Menurut Ketua Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi, kesalahpahaman ini memaksa Jokowi mengevaluasi komunikasi antara Presiden dan Menteri. "Teknisnya tapi dibahas berdua (Jokowi-JK)", ujar Sofyan.
Presiden Joko Widodo memang belum memberikan pernyataan jelas ihwal perombakan menteri Kabinet Kerja. Ia kembali menegaskan setiap hari dirinya memantau kinerja menteri selama enam bulan ini.
Ketika ditanya kementerian mana yang paling disoroti, Jokowi malah berkelakar. "Yang paling disoroti? Kalau ada lampu ya pasti disorot". Juga ketika CNN Indonesia meminta konfirmasi pernyataan sejumlah pihak yang menyebutkan presiden telah mengantongi nama para menteri target perombakan, Jokowi malah tersenyum. "Kantong?" ia menjawab lirih. Lalu matanya melirik saku di baju batiknya, mengambil lipatan kertas yang kebetulan berada di sana sambil kembali tersenyum
Jokowi juga belum memastikan apakah perombakan kabinet harus menunggu satu tahun atau cukup enam bulan saja. "Nanti dilihat," ujar dia.
BACA FOKUS: Utak Atik Rombak Menteri Jokowi (hel)