“Termasuk persoalan BUMN yang belum efektif menjalankan fungsinya. Banyak juga kendala di lapangan terkait percepatan pembangunan infrastruktur dan sarana produksi rakyat di sektor pertanian dan perkebunan,” kata Hasto di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nawa Cita merupakan sembilan agenda prioritas pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang berdaulat secara politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Nanti kita lihat. Tentu Presiden terus mendengarkan suara rakyat,” kata dia.
Presiden Jokowi, kata Hasto, pada akhirnya harus mengambil langkah khusus untuk memperbaiki kinerja kementerian, terutama di bidang ekonomi, yang tidak menciptakan kepuasan bagi publik dalam hal menjaga stabilitas ekonomi. (Baca juga: NasDem Kritik Tajam Jajaran Menteri Ekonomi Jokowi)
“Apakah dengan cara reshuffle atau memprioritaskan program-program yang dapat menghilangkah ego sektoral demi mempercepat agenda pemerintahan untuk rakyat, itu hak Presiden sepenuhnya,” ujar mantan anggota DPR 2004-2009 itu.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso menyatakan Koalisi Indonesia Hebat telah sepakat untuk mengusulkan perombakan kabinet kepada Presiden, dan direncanakan bertemu Jokowi pekan ini untuk menyampaikan masukan mereka. (Baca: KIH Ajukan Usul Reshuffle Kabinet ke Jokowi Pekan Ini) (agk)