Firman Soebagyo selaku kader Golkar mengatakan dirinya tidak peduli soal rencana islah atau konsolidasi damai antara dua kubu Partai Golkar.
Dia lebih memikirkan agar Partai Golkar bisa ikut Pilkada 2015. Menurutnya Partai Golkar memiliki pendukung terbanyak kedua di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya meminta untuk seluruhnya, baik Presiden Indonesja ataupun Menkumham untuk tidak main-main. Komisi Pemilihan Umum pun harus memiliki jiwa kenegaraan," katanya.
Seperti yang sebelumnya sudah dia tekankan, revisi yang akan dilakukan terhadap UU Pilkada adalah revisi terbatas dan tidak akan ada persoalan.
Apalagi, saat rapat konsultasi dengan KPU digelar beberapa waktu lalu, Ketua KPU Husni Kamil Manik ingin ada payung hukum seandainya rekomendasi yang ditawarkan DPR RI mau diakomodir.
"KPU saat itu mengatakan agar tiga rekomendasi bisa diakomodir maka harus ada revisi UU. Ini pun hanya revisi terbatas," kata Firman.
"Kalau kita semua sepakat soal pasal-pasal yang mau direvisi maka Insya Allah tidak akan ada persoalan. Kecuali ada oknum yang memiliki kepentingan lain, itu yang tidak mau kami kehendaki," ujarnya tegas.
(meg)