"Pendaftaran bersifat terbuka bagi mereka yang ingin mendaftar ke PDIP. Kami hormati bila ada kader partai lain yang mendaftar ke kami,” kata Hasto kepada CNN Indonesia, Kamis malam (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 269 daerah dan tidak mungkin PDIP maju sendiri. Tapi pada prinsipnya kami bukan partai yang suka membajak kader partai lain," kata Hasto. Menurutnya PDI Perjuangan memiliki sistem rekrutmen sendiri.
“Saya belum tahu karena rekrutmen kan di daerah-daerah," ujar.
Secara terpisah, Ketua Umum PPP kubu Muktamar Jakarta Djan Faridz mengatakan tak menyalahkan kadernya yang memilih pindah ke partai lain. Ia justru menyindir partai lain yang dianggap ‘menggoda’ kader-kader PPP.
“Orang gue loe tarikin, enggak punya malu. Itu enggak ada etikanya. Yang jelas, kader PPP sudah tahu tak ada masalah dengan pencalonan mereka. Sudah saya amankan,” ujar mantan Menteri Perumahan Rakyat itu.
Sudah ‘diamankan’ yang dimaksud Djan itu ialah ia menitipkan kader-kader terbaiknya ke Gerindra agar terjamin dapat ikut pilkada. (Baca Siasat PPP Djan Faridz Jelang Pilkada: Titip Kader ke Prabowo) (agk)