"Nanti jam 15.00 pertemuannya," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (29/5).
Lebih lanjut, Fahri mengatakan permintaan untuk mengaudit bersifat mulia karena akan semakin menunjukan transparansi dari kinerja KPU dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai permintaan audit tersebut, Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan tidak keberatan. Menurutnya, audit memang wajar untuk dilakukan. Selain itu, ia pun menilai permintaan audit telah sejalan dengan undang-undang.
Kendati demikian, Ketua BPK Haris Azhar Aziz mengungkapkan BPK belum mengetahui benar apakah audit yang akan mereka lakukan bersifat menyeluruh atau hanya terkait Pilkada 2015.
Bekas politisi Golkar itu menekankan, audit yang nantinya akan dilakukan akan bersifat independen dan tidak terpengaruh elit partai politik terutama Partai Golkar. Diketahui, Haris merupakan mantan politisi partai beringin yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. (pit)