"Jadi ada kerawanan bangunan ini akan ambruk karena sudah ada beberapa bagian yang retak," kata Budi di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (29/5).
Budi memaparkan, gedung Bareskrim yang berada di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, sebenarnya hanya dapat menampung 300 orang. Namun sekarang gedung yang dibangun pada tahun 1954 tersebut harus menopang aktivitas ribuan pegawainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya soal kelebihan kapasitas, Budi juga khawatir lantai empat kantor Bareskrim yang didirikan tidak sesuai konstruksi akan menyebabkan keruntuhan.
Ia pun tak mau ambil pikir soal kemungkinan disetujuinya proposal tersebut. "Yang penting saya sudah mengajukan. Nggak harus lapor ketika sudah ada kecelakaan. Lebih baik kami ajukan dulu, nanti dari pemerintah ada tim penilai, gedung ini masih laik atau tidak," ucapnya.
Bangun Gedung 17 Lantai
Bareskrim ternyata telah mengajukan proposal renovasi pembangunan gedung baru ke pemerintah. Over capacity dan keretakan di beberapa bagian gedung menjadi alasannya.
Budi Waseso menuturkan, pihaknya berencana membangun gedung baru setinggi 17 lantai. Tak mau muluk-muluk soal fasilitas, ia berkata hanya ingin gedung yang laik.
"Itu rencana yang kami ajukan. Kami ingin Bareskrim ini terpusat dalam satu gedung sehingga mudah berkoordinasi," ujar Budi di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (29/5).
Menurutnya, permohonan pembangunan gedung baru itu tidak akan memberatkan keuangan pemerintah. Apalagi, katanya, proposal tersebut menganggarkan biaya yang tak jauh berbeda dengan pembangunan gedung perkantoran lainnya.
Jika pemerintah memberikan restu, gedung baru itu nantinya akan menampung seluruh direktorat di bawah Bareskrim, seperti pidana umum, pidana korupsi, narkoba, termasuk laboratorium forensik. "Nanti semua ada di sana sehingga mudah pengawasannya," kata Budi.
Terkait rencana pindah kantor ini mulai diketahui publik tatkala Budi pada bulan Mei ini beberapa kali bertandang ke Balai Kota Jakarta, untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. "Jumlah personel dengan kapasitas gedung sudah lebih tiga kali lipat. Jadi harus segera dibangun, dibesarkan. Gedung ini sudah terlalu lama dan tidak layak pakai," kata Budi usai bertemu Basuki, dua pekan lalu. (pit)