Pesan pertama yang akan disampaikan adalah terkait kedisiplinan merawat prajurit. Hal tersebut perlu disampaikan untuk menghindari gesekan di internal TNI dan instrumen masyarakat lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayor Jenderal Purnawirawan ini pun berpesan agar panglima TNI selanjutnya dapat menyelesaikan sangkut paut sengketa tanah yang sering terjadi di masyarakat.
Diketahui, Presiden Jokowi telah mengajukan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Moeldoko yang akan pensiun pada 1 Agustus. Melihat tradisi yang berlaku sebelumnya, memang kali ini posisi Panglima TNI sebaiknya diisi dari Angkatan Udara.
Hal tersebut merujuk Pasal 13 ayat 4Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, panglima dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.
Diketahui, Panglima TNI saat ini Jenderal Moeldoko berasal dari Angkatan Darat dipilih untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang berasal dari Angkatan Laut. Kemudian, ada nama Marsekal Djoko Suyanto, perwira Angkatan Udara yang menjabat jadi Panglima TNI.
Kemudian, sejauh ini ada dua nama dari unsur angkata laut yang pernah menjadi Panglima yakni Laksamana Widodo Adi Sutjipto dan Laksmana Agus Suhartono. Selama ini memang jabatan TNI jauh didominasi oleh jenderal Angkatan Darat. (sip)