Saat pendeklarasian itu, musisi kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat ini didampingi oleh Akurat (Aliansi Kejujuran Masyarakat) dan Forsa (Fans of Rhoma Irama and Soneta). Soneta adalah kelompok musik dangdut paling terkenal di Indonesia yang juga dimotori oleh Bang Haji, begitu Rhoma Irama biasa disapa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mendirikan partai sendiri, Rhoma makin jelas untuk turun ke politik praktis. Manuver politik Rhoma terbilang mengejutkan. Sebelumnya ia digadang-gadang akan menjadi ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB), namun justru Yusril Ihza Mahendra yang terpilih dalam Muktamar PBB pada bulan April 2015 lalu.
Dengan posisinya sebagai ikon dangdut, penyataan Rhoma Irama langsung direspons.
PKB kemudian menggandengnya dan mengkampanyekan Rhoma kemana-mana sebagai calon presiden dari PKB. Hasilnya cukup di luar dugaan. PKB mendapat 9,04 persen suara dan ada di peringkat 5 hasil KPU. Bukan itu saja, PKB yang saat itu terpecah antara kubu Muhaimin Iskandar dengan kubu Gus Dur menjadi partai Islam yang suaranya paling banyak.
Rhoma disebut-sebut memberikan sumbangan suara ke PKB sekitar 3 persen. Sayangnya, usai Pileg, Rhoma seperti dibuang oleh PKB. Dia tidak diajukan sebagai calon presiden atau calon wakil presiden resmi dari PKB. Malah PKB mengajukan calon ketua umumnya sendiri yaitu Muhaimin Iskandar. (hel)