Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan dirinya akan berusaha mencari calon pesaing yang calon tunggal di daerah sekitar Jawa Timur. Dirinya pun menghimbau calon Kepala Daerah untuk mendaftarkan diri mengikuti Pilkada serentak.
Namun soal calon tunggal Risma-Wisnu dalam Pilwalkot di Surabaya, ia sudah mendatangi pesaingnya yang batal mendaftar yaitu Dhinam Abror dan Haries. Menurut pria yang akrab disapa Pak de Karwo ini, pasangan Dhinam Abror menghilang pada saat pendaftaran lantaran tak diijinkan oleh orang tuanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pihaknya akan berkonsolidasi pada berbagai Partai Politik untuk mencari solusi calon tunggal ini. Dia pun membantah dalam Pilkada serentak tak ada Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesi Hebat.
"Kalau komunikasi antar partai, saya ini rutin tiap 3 bulan sekali kumpul, pindah-pindah dari partai ke partai. Malam juga kosong kumpul terus komunikasi. Makanya namanya koalisi jawa timuran. Gak ada KIH KMP, ndak ada, jadi satu," ujarnya.
Selain itu, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tak memberikan instruksi pada dirinya. "Diserahkan ke provinsi. Saya yang kemudian akan koordinir. Hanya KPU beri ketentuan harus rekomendasi Pengurus Pusat," tukas dia.
Adapun tujuh daerah yang akan dilakukan perpanjangan pendaftaran adalah Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat, Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Pacitan di Jawa Timur, Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Samarinda di Kalimantan Timur, serta Kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur (NTT). (pit)