Pengamat Medrial Alamsyah menilai Yuddy Chrisnandi terlalu banyak melakukan aksi yang tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai Menpan-RB, yakni untuk membereskan birokrasi. Akibat kinerja yang tidak baik, serapan anggaran di level kementerian pun menjadi lemah. (Lihat Juga: Serapan Anggaran Rendah, Perpres Bakal Keluar Bulan Ini?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus terang ini banyak masalah. Dia buat kebijakan konyol yang diubah lagi. Dia tidak konsentrasi di kebutuhan pokok untuk mempercepat pergantian ini," ujar Medrial. (Lihat Juga: Diminta Jokowi Buat Laporan, Menteri Yuddy Tak Was-was)
Sependapat dengan Medrial, politikus PDI-P Andreas Pareira juga menilai kinerja Menteri Yuddy mengecewakan karena tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
"Masalah birokrasi sudah banyak. Ditambah lambannya Menpan-RB yang seharusnya punya tugas untuk reformasi dan restrukturisasi malah nambah persoalan yang berimplikasi pada penyerapan anggaran. Yang kita bicara tugas dan tanggung jawab untuk hidup banyak orang," kata Andreas.
Pareira mengatakan beberapa kementerian, misalnya, baru melantik pejabat-pejabatnya melebihi batas waktu tiga bulan. Dia mencontohkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), dan lainnya.
Hal inilah, katanya, yang menyebabkan terhambatnya kinerja kementerian akibat adanya persoalan birokrasi tersebut.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan tidak ada kaitannya antara rendahnya penyerapan anggaran dan persoalan kelembagaan. Menurut Yuddy, pergantian di lingkungan kementerian seharusnya tidak memengaruhi proses pelaksanaan program pemerintah.
Dia mengatakan penyebab rendahnya penyerapan anggaran disebabkan pada kemalasan pejabat.
"Ini bukan masalah administrasi. Ini masalah psikologis. Banyak pejabat yang malas untuk segera melakukan penyerapan anggaran," katanya.
(utd)