Menurut Teten Masduki, pengangkatan Pramono menggantikan Andi Widjajanto dilakukan semata untuk membangun kerja sama tim dalam pemerintahan agar lebih kuat dan efektif, karena konsolidasi politik saat ini dirasa sudah cukup baik. Lagipula, menurut dia, perombakan atau reshuffle kabinet merupakan implementasi otoritas presiden.
Teten kembali menegaskan, pihaknya tahu persis seluruh proses bagaimana Presiden pada akhirnya memutuskan untuk merombak Kabinet Kerja. Ia mengatakan, tanggapan negatif kinerja Andi Widjajanto yang hanya datang dari PDI Perjuangan bukan berarti performa ahli kajian strategis itu tidak baik. (Baca: Andi: Komunikasi Politik Pramono Anung Empat Kali Lipat Saya)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikrar menjelaskan, selain memperbaiki kinerja pemerintahan, alasan lain reshuffle adalah untuk memberi kenyamanan bagi Jokowi dalam bertugas. Pasalnya, dengan diangkatnya menteri dari kalangan partai pengusung akan meredam beredarnya berbagai isu yang menekan Jokowi saat ini.
Selain itu, dipilihnya Pramono juga mampu meningkatkan hubungan antara Jokowi dengan partai pengusungnya, karena pengalaman Pramono sebagai politisi tidak diragukan. (Baca: Usai Dilantik Jadi Seskab, Pram Cium Tangan Megawati)
"Pada semester pertama Jokowi sudah menyelesaikan permasalahan dengan partai oposisi. Sekarang adalah waktunya Jokowi menyelesaikan masalah dengan partai-partai pengusungnya," ujarnya.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Sekretaris Kabinet, Pram --sapaan akrab Pramono-- duduk sebagai anggota DPR RI. Pada DPR periode 2009-2014, ia menjabat Wakil Ketua DPR. Pram dikenal sebagai tokoh yang disegani kawan maupun lawan politiknya. Ketua DPR Setya Novanto pun kini mendukung Pram menduduki jabatan Seskab. (obs)