"Fadli menimbulkan konflik baru karena ada warga Indonesia di Amerika, yang mengawasi kunjungan mereka, tapi malah diancam balik. Ini mengecewakan dan seolah-olah DPR anti kritik. Kok mereka tidak mau diawasi masyarakat," ujar Manager Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi saat dihubungi, Minggu (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FITRA akan menggunakan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik untuk meminta pertanggungjawaban rombongan DPR yang berangkat ke AS.
Namun, Setya memilih memperpanjang keberadaaanya di Amerika dan kemudian bertemu Donald Trump. Setelah pertemuan itu menjadi sorotan berbagai kalangan, Fadli Zon menjelaskan pertemuan tersebut bersifat informmal dan bukan bagian agenda resmi yang direncanakan.
Fadli juga membantah kehadirannya bersama Novanto merupakan bentuk dukungan DPR kepada calon dari Partai Republik tersebut. Ia menegaskan DPR tidak berurusan dengan pemilihan presiden di Amerika Serikat.
Reaksi pun juga diberikan oleh Shamsi Ali kepada Fadli yang sempat foto bersama Trump. Namun, belakangan Fadli justru balik menyerang Shamsi atas reaksi yang diberikan. Perdebatan antara kedua orang ini dan juga ancaman Fadli Zon kini ramai di media sosial. (hel)