Pagi ini, di laman situs Change.org, sudah 10 ribu lebih warga menandatangi petisi yang menganjurkan Setya dan Fadli melepaskan jabatannya sebagai pimpinan DPR. (Baca: Setya Novanto-Fadli Zon Diberondong Tujuh Petisi Masyarakat)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua hari lalu, Mahkamah Kehormatan Dewan mengadakan rapat tertutup membahas pelanggaran etika kedewanan yang dilakukan Setnov dan Fadli Zon. Rapat digelar usai tujuh anggota DPR melaporkan kedua pimpinan lembaga para wakil rakyat itu. Menurut Mahkamah, Setnov dan Fadli Zon akan dikenai tiga sanksi soal etik. (Baca: Mahkamah Dewan Siapkan Tiga Sanksi Bagi Setya dan Fadli Zon)
Namun Wakil Ketua MKD Junimart Girsang tak dapat merinci soal waktu pemanggilan. Dia hanya menyebut proses ini akan dilakukan dalam waktu dekat. (Baca Setya Novanto: Kehadiran di Jumpa Pers Trump Tak Langgar Etik)
Menariknya, Mahkamah Kehormatan juga berencana memanggil bakal calon presiden Amerika Donald Trump jika diperlukan. Hal ini merupakan upaya untuk meminta klarifikasi terkait perkara dugaan pelanggaran etika Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dan wakilnya Fadli Zon yang hadir dalam konferensi pers bakal calon presiden Amerika tersebut. (sip)