Fadli menepis tudingan yang menyebut Prabowo geram saat mengetahui kader andalannya menemui Trump di luar agenda kunjungan kerja DPR.
Untuk mengklarifikasi tudingan miring, Fadli mengaku langsung menghadap Prabowo setibanya di Indonesia setelah dia pulang dari kunjungannya ke Amerika, Ahad (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Dalam konferensi itu, Ketua DPR Setya Novanto menyampaikan pidato soal MDG’s (millenium development goals) dan perlunya reformasi PBB. Dalam pidatonya, Novanto menyampaikan bahwa PBB masih belum demokratis dan masih dikuasai oleh beberapa negara saja. (Baca: Setya Novanto Bisa Dicopot dari Jabatan Ketua DPR)
“Kami diapresiasi karena sikap yang kritis karena kami ingin institusi yang dibangun direformasi,” ujar Fadli.
Fadli berdalih delegasi DPR bertemu dengan Donald Trump karena menilai dia orang yang mau berinvestasi di Indonesia, dan untuk membangun jaringan. Fadli menyebut bahwa dalam UU MD3 disebutkan bahwa ada peran diplomasi dan representasi bagi DPR.
“Ini peran diplomasi bagian second track atau multitrack diplomasi. Bukan hanya pemerintah. Ini sudah diratifikasi di IPU. Ada di statuta IPU,” ujarnya. Diplomasi itu disebut Fadli adalah soal hubungan luar negeri, ekonomi, dan kebudayaan
Sebelumnya, politikus Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo mengatakan Fadli yang menemui Trump dalam kapasitasnya sebagai pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat harus memberi penjelasan secara lengkap kepada Prabowo.
“Pak Prabowo akan memanggil. Penjelasan perlu diberikan untuk mengetahui secara jelas dan benar terkait dengan pertemuan dengan Donald Trump,” ujar keponakan Prabowo ini kepada CNN Indonesia, Ahad malam (6/9). (obs)