"Insya Allah sudah siap," ujar Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).
Jimly berpandangan, persiapan pilkada serentak telah berlangsung baik meskipun masih ada masalah di sana-sini. Ia pun meyakinkan Presiden Jokowi bahwa pilkada serentak tahun 2015 jauh lebih kompleks karena para calon kepala daerah menjadi aktor atau pemain sendiri-sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, semua tugas KPU dan Bawaslu diarahkan untuk melayani kepentingan para pemilih dan melayani semua calon peserta, termasuk partai pengusung calon, secara profesional dan imparsial.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menuturkan, Jokowi juga menyinggung soal calon tunggal yang masih terdapat di beberapa daerah, sehingga tidak bisa mengikuti pilkada serentak tahun ini. Ia memandang semua yang berlangsung sekarang ini, solusi-solusi dari masalah calon tunggal adalah hasil dari pertemuan-pertemuan dengan Presiden.
"Alhamdulillah kan cuma tiga kasusnya di seluruh Indonesia, itu semua karena pilihan solusi yang kita pilih, hasil dari inisiatif Presiden untuk melakukan koordinasi persiapan," kata dia.
Jimly menyampaikan, siang ini dirinya diundang oleh Badan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polri untuk memberikan pengarahan mengenai kesiapan dukungan lembaga tersebut dalam pilkada serentak nanti.
Pilkada serentak ini kini memasuki masa kampanye. Masa kampanye ini berlangsung hingga Desember nanti, jelang pemilihan. Namun ditengah-tengah, pada Oktober nanti akan dikeluarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh KPU.
Sementara soal pengamanan, sampai saat ini berlangsung kondusif. Beberapa polda mengajukan beberapa tambahan personel. Polda yang meminta tambahan umumnya berada di Indonesia timur, yakni Maluku Utara dan Papua Barat. (hel)