Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda mengatakan, semua bidang di era pemerintah saat ini tak mengalami kemajuan, bidang ekonomi yang berada di tingkat kepuasan paling rendah.
"Di semua bidang mengalami stagnansi, ekonomi berada di tingkat kepuasan paling rendah," kata Hanta saat memaparkan hasil surveinya di Jakarta, Selasa (20/10).
Lihat juga:Setahun Jokowi Mengejar Swasembada Pangan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau stagnan atau sama saja itu merugi, kalau lebih buruk itu celaka," kata Hanta.
Dalam kesempatan yang sama Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Effendi Simbolon mengatakan, hasil satu tahun kinerja pemerintahan Jokowi-JK menilai Indonesia saat ini menjadi negara yang liberal dari sisi ekonomi.
Lihat juga:Satu Warsa Tersandera Fluktuasi Rupiah |
Dia menilai kehadiran Rini Soemarno sebagai menteri BUMN mempengaruhi arah kebijakan ekonomi Indonesia menuju neoliberalisme.
"Nawacita menjadi jargon yang semu, roh dan jiwanya tidak ada. Apa yang menjadi kebijakannya lebih beraliran neolib. Ini seperti kabinet trisakti rasa neolib," katanya.
Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa salah satu kelemahan Jokowi yaitu sangat mudah memberikan janji. Sepuluh juta lapangan kerja dan lima ribu puskesmas yang dijanjikan, tambah Riza, hanya sekadar janji tanpa bukti.
Selain itu, Riza juga menilai Jokowi sangat mudah menggampangkan masalah. Menurutnya, setiap pemimpin seharusnya memiliki kemampuan mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya.
"Pemimpin yang menggampangkan masalah itu biasanya kemampuannya terbatas," kata Riza.
Lihat juga:Setahun Jokowi, antara Harapan dan Kenyataan |
"Setahun pemerintahan Jokowi-JK ini nilainya masih merah, belum menggembirakan. Harapan kami pemerintah bisa melakukan terobosan untuk menebus kekurangan di tahun pertama," ujar Riza
Meski demikian, Riza mengatakan ada beberapa nilai positif kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama satu tahun ini, yaitu kesungguhan presiden dalam membangun infrastruktur dan kedaulatan pangan. (sur)