Khalid Zabidi, Sekjen Perhimpunan Kedaulatan Rakyat (KPR) mengatakan ada dua jenis kegaduhan yang diciptakan menteri, yaitu gaduh hitam dan gaduh putih. Dia menjelaskan gaduh putih merupakan kegaduhan yang pro rakyat sedangkan gaduh hitam tidak pro rakyat.
Khalid mengatakan sejauh ini sering sekali terjadi kegaduhan di jajaran menteri kabinet kerja. Hal tersebut terjadi karena menteri yang dipilih di Jokowi tidak sesuai dengan harapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jokowi setahun ini harus belajar, reshuffle jangan setengah-setengah adanya, reshuffle kedua menunjukan reshufle pertama gagal. Dia Keliru pilih menteri," ujarnya.
"Panggil menteri yang buat kegaduhan, cari menteri yg bisa bikin perencanaan. Selama ini masalahnya ada di Jokowi, seharusnya kalau ada menteri yg tidak benar harus dicopot," ujarnya.
Kemudian perseteruan antara Rizal Ramli dengan Menteri ESDM, Sudirman Said dalam kasus pengadaan listrik 35.000 megawatt.
Di sisi lain, kegaduhan terjadi terkait kebijakan impor Menteri Perdagangan Thomas Lembong dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Sementara itu, Nono Sampono, anggota DPD Maluku mengatakan kegaduhan bagian dari demokrasi. Menurutnya, kegaduhan masih dalam taraf wajar.
"Saya lihat kegaduhan masih dalam taraf wajar yang masih bisa ditoleransi karena dalam tradisi politik yang baru," ujarnya.