"Sebab kalau proses ini tidak transparan, maka nanti malah dianggap itu dana patgulipat anggota DPR atau pemerintah. Jadi berkembang bola liar juga,"kata Bachtiar, saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (10/11).
Lihat juga:Luhut Buka Opsi Biaya Jasa Pelobi Masuk APBN |
Hal ini dilakukan agar dana lobi nantinya bisa terukur dan jelas dari segi siapa yang menggunakan, dalam konteks apa, dan bagaimana sistem pertanggungjawabannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi jangan tiba-tiba kita seperti latah, tahu-tahu kita lakukan ini. Padahal nanti, kita sesali tidak betul seperti itu," kata Bachtiar.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengatakan, tertarik membuka opsi untuk memasukkan pembiayaan pengunaan jasa pelobi untuk masuk ke dalam APBN berikutnya.
Hal ini menyusul adanya tudingan bahwa Pemerintah Indonesia menggunakan jasa para pelobi dengan biaya US$80.000 untuk bisa mendapat akses ke Gedung Putih, para pejabat Washington dan bertemu Presiden Barack Obama.
"Saya malah terpikir elok juga mungkin di masukkan ke APBN ke depan untuk lobi-lobi semacam itu, lobi-lobi untuk kepentingan perdagangan kita. Alasannya, harus ada urusan juga misalnya ke kongresnya itu harus diuruskan. Saya sedang berpikir nanti akan konsultasikan dan laporkan ke Presiden," katanya. (utd)