Beberapa anggota parlemen sudah mulai angkat bicara terkait kasus ini, seperti anggota fraksi Partai Gerindra yang menyarankan agar Ketua DPR, Setya Novanto mundur dari jabatannya. Masyarakat pun sudah diramaikan dengan petisi mendesak hal yang sama.
Pria yang akrab disapa Ical ini tidak melihat hal tersebut sebagai langkah untuk menggulingkan Setya Novanto. "Masa menggulingkan? Menggulingkan orang itu dosa," ujar Ical di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (20/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada diungkapkan Sekretaris Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo yang menilai desakan mundur terhadap Setya Novanto, sebagai hal wajar dan menurutnya akan hilang dengan sendirinya.
Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Desmond J Mahesa menilai Ketua DPR Setya Novanto harus mengundurkan diri apabila terbukti menjual nama Joko Widodo dan Jusuf Kalla demi mendapat 20 persen saham PT Freeport Indonesia.
"Kalau perlu, dia seorang gentlemen ya mundur. Ini mempermalukan DPR," ujar Desmond di Gedung DPR, Jakarta kemarin.
Dua petisi online yang meminta Ketua DPR Setya Novanto dicopot dari jabatannya dibuat di laman Change.org. Dibuat sejak kemarin, dukungan terhadap dua petisi ini terus diberikan.
Sementara petisi lain di laman yang sama diberi judul "Turunkan Setya Novanto dari Ketua dan Pecat dari DPR RI, Rakyat NTT harus Cabut Mandat!!!!". Petisi ini dibuat oleh Elkana Goro Leba. (pit)