Tuntutan agar persidangan MKD dibuka untuk publik antara lain disuarakan oleh Kurnia Ramadhana, relawan TurunTangan. Ia, atas nama Gerakan TurunTangan Medan, memulai petisi online di change.org yang diberi judul ‘Ayo Dukung Sidang MKD DPR RI Terbuka!’ kemarin.
Petisi ditujukan kepada Ketua MKD Surahmah Hidayat dan Wakil Ketua MKD Junimart Girsang. Meski petisi baru digelontorkan kemarin, pagi ini dukungan terus bergulir hingga tembus angka 10 ribu.
Lihat juga:Jaring Masalah Setya Novanto |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, juga mendukung MKD menggelar sidang terbuka atas Setya agar tak ada lagi saling tuding antarpejabat negara soal dugaan perkara pencatutan nama Presiden dalam lobi Freeport.
Pada pertemuan itu, Setya menjanjikan penyelesaian terkait kelanjutan kontrak Freeport, dan meminta Freeport memberikan saham yang disebut-sebut akan diberikan kepada Jokowi dan JK. Nama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan pun beberapa kali disebut dalam pertemuan tersebut.
Namun Setya telah membantah mencatut nama Presiden dan Wakil. “Saya tidak membawa nama-nama mereka. Saya sangat memperhatikan kode etik di Indonesia dan Amerika Serikat, atau perusahaan AS di mana pun. (Saham) itu tidak gampang diberikan. Rp100 ribu saja betul-betul harus dilaporkan, apalagi saham,” ujar politikus Golkar itu.
“Kami punya anggota di MKD. Tentu kami minta mereka membantu Novanto sesuai koridor dan etika yang berlaku," kata Ketua Fraksi Golkar Ade Komarudin.
Total ada 17 anggota MKD dari 10 fraksi di DPR. Dari jumlah 17 anggota itu, Golkar memiliki tiga kursi, yakni Wakil Ketua MKD Hardisoesilo, anggota MKD Budi Supriyanto, dan Dadang S. Muchtar.
Setya pun mendapat dukungan politik dari Koalisi Merah Putih. Jumat pekan lalu di rumah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan di hadapan partai-partai anggota KMP, Setya mengklarifikasi sekaligus membantah tudingan mencatut nama Jokowi dan JK terkait lobi Freeport.
Hasilnya, koalisi yang berada di luar pemerintah itu mempercayai Setya Novanto dan memutuskan untuk mendukungnya menghadapi proses di MKD.