Ponsel itu dianggap berharga karena dipakai Maroef untuk merekam perbincangan antara dia, Setya, dan pengusaha minyak Riza Chalid. Rekaman itulah yang diserahkan Maroef ke Menteri ESDM Sudirman Said, dan berujung pada pelaporan Sudirman ke MKD atas dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait upaya memuluskan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.
Pimpinan sidang MKD Sufmi Dasco Ahmad, ketika meminta keterangan dari Maroef semalam, menanyakan merek ponsel Maroef yang dipakai untuk merekam ucapan Setya. Durasi percakapan yang direkam total sepanjang satu jam 27 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawaban itu terus memancing keingintahuan MKD. Kenapa, tanya Dasco, Maroef memilih ponsel Samsung untuk merekam percakapan. Kenapa tidak pakai alat lebih canggih seperti yang biasa digunakan intelijen?
Sebelum menjabat Wakil Kepala BIN, Maroef sempat menduduki posisi Staf Ahli Pertahanan Keamanan dan Direktur Kontra Separatis BIN. Adik mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ini punya latar belakang kental di bidang militer, pertahanan, dan intelijen.
Maroef juga pernah menjadi Atase Pertahanan RI untuk Brasil, dan merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang pernah memegang tongkat komando Skuadron 465 Korps Pasukan Khas.
Di hadapan anggota MKD, Maroef menjelaskan cara dia merekam perbincangan dengan Setya Novanto. Ponsel Samsung-nya ditaruh begitu saja di meja, di depan mata Setya dan Riza Chalid. Pada posisi tergeletak itu, sesungguhnya ponsel itu telah berada pada posisi on untuk merekam.
Maroef mengatakan tak tahu apakah Setya dan Riza tahu pembicaraan mereka direkam dia. Aksi Maroef merekam diam-diam percakapan antara dia, Setya, dan Riza, terjadi pada pertemuan ketiga antara Maroef dan Setya.
Langkah Maroef merekam diam-diam percakapan dituding anggota MKD dari Partai Persatuan Pembangunan, Zainut Tauhid Sa’adi, melanggar Undang-Undang dengan ancaman 10 tahun penjara.
Maroef mengatakan merekam perbincangannya dengan Setya dan Riza karena merasa tak nyaman dan curiga. Dia heran kenapa Setya membahas perpanjangan kontrak karya Freeport Indonesia dengannya tidak sambil membawa anggota Komisi Energi DPR, melainkan pengusaha minyak yang notabene bukan otoritas berwenang.
Sampai saat ini Kejaksaan Agung masih menyelidiki isi pembicaraan di ponsel itu untuk memverifikasi kebenaran rekaman. Jika MKD juga ingin menyelidiki ponsel itu, kata Kejaksaan, maka minta saja ke Maroef sebagai pemiliknya, sebab Maroef pula yang menyerahkan ponsel itu ke Kejaksaan.
Dini hari usai 12 jam bersaksi di Mahkamah Kehormatan Dewan DPR, Maroef juga dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan Agung. Dia baru keluar dari Kejaksaan pukul 02.57 WIB. Dia akan dipanggil Kejaksaan lagi pekan depan.
Sang mantan intelijen yang biasa bekerja di balik layar, kini berada di tengah lampu sorotan.
[Gambas:Video CNN] (agk)