"Para tim sukses masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati sejak beberapa hari terakhir, bergerilya menawarkan uang kepada para pemilih," kata Hary, salah seroang warga Langgikina, Kabupaten Konawe Utara di Kendari, Selasa.
Sejak awal proses Pilkada kata dia, para tim sukses sudah menjanjikan uang sebesar Rp1,5 juta untuk orang yang bisa merekrut pemilih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para tim sukses menyalurkan uang politik tersebut sejak awal kampanye, hingga menjelang pemungutan suara Pilkada.
"Tidak jarang, calon penumpang yang tidak mau mengikuti keinginan pemilik kapal, harus turun dari kapal. Mereka tidak diikutkan berangkat ke Kendari," katanya.
100 Intelijen
Polres Dumai, Provinsi Riau akan menerjunkan 100 intelijen gabungan untuk mengawasi praktek politik uang dan potensi penggelembungan suara dalam pelaksanaan Pilkada.
Kepala Kepolisian Resort Dumai AKBP Suwoyo di Dumai menyebutkan sejumlah tempat rawan sudah dipetakan dan tim intelijen gabungan akan mengawasi terjadinya politik uang dan penggelembungan suara.
Berbicara usai upacara pergeseran pasukan PAM TPS Ops Mantap Praja Siak Dumai, ia menyatakan dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kepolisian juga akan menyebarkan brosur dan pemasangan spanduk imbauan agar menghindari politik uang dan penggelembungan suara.
Lihat juga:Permintaan Uang Palsu Marak Jelang Pilkada |
"Kita mengimbau lima pasangan calon dan tim sukses serta masyarakat agar menyukseskan pelaksanaan Pilkada ini, dapat berjalan dengan tertib dan aman tanpa ada gangguang apapun," harap dia.
Pelaksanaan pengamanan Pilkada serentak 9 Desember mendatang, lanjut dia, akan dikerahkan sebanyak 600 personel gabungan, terdiri 316 anggota polisi, 31 Brimob, 234 TNI dan dibantu 986 petugas perlindungan masyarakat (Linmas).
Pengamanan Pilkada dimulai dari penjagaan Kantor KPU setempat, distribusi logistik di tingkat kecamatan dan kelurahan serta pengawalan 493 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kota Dumai.
Sebelum memulai upacara pergeseran pasukan PAM Pilkada, Polres Dumai terlebih dahulu mengadakan zikir dan Istighosah bersama, dihadiri Penjabat Wali Kota Arlizman Agus dan seluruh pejabat pimpinan daerah.
Kegiatan bertujuan untuk memanjatkan doa bersama agar Pilkada Dumai lancar kondusif ini dihadiri juga lima pasang calon wali kota, yaitu Muhammad Ikhsan, Zulkifli AS, Amris, Abdul Kasim dan Agus Widayat. (pit/antara)