Priyo membeberkan nama-nama calon pengganti Setya antara lain, Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Ade Komarudin (Akom), Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo (Bamsoet), Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol Agus Gumiwang, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Aziz Syamsudin, dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Fadel Muhammad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengalaman saya 17 tahun di DPR, kalau ada sebuah peristiwa atau kasus atau apapun yang itu sudah menjadi konsumsi publik dan diperbincangkan secara luas di publik, orang sekuat apapun tak tersentuh apapun, sulit, saya ulang, sulit, untuk menutup-nutup dengan cara apapun," katanya.
Perkara dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo oleh Setya mulai terungkap setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said melaporkan hal tersebut ke MKD, 16 November lalu.
Dalam laporannya, Setya disebut telah mencatut nama Presiden untuk mengamankan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia yang akan habis masanya pada 2021. Pencatutan dilakukan saat Setya Novanto bertemu Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha minyak Riza Chalid pada Juni lalu.
Hingga saat ini, MKD diketahui masih membahas perkara tersebut secara internal. Belum ada sanksi atau putusan yang dikeluarkan MKD menanggapi laporan Sudirman. (ama)