"Ada di beberapa daerah yang cukup terpengaruh juga. Walaupun Pilkada yang dipilih adalah figur. Akan tetapi, partai pengusung cukup punya pengaruh terhadap dukungan," ujar Gusti di Gedung Dewan Pimpinan Pusat Golkar, Jakarta, Rabu (9/12).
Gusti mengatakan, bedasarkan hasil Rapat Pimpinan (Rapim) antar dua kubu Golkar telah menyepakati bahwa perolehan partai keseluruhan dalam Pilkada Serentak kali ini hanya sebesar 25 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Partai Golkar diminta tak menganggap remeh kampanye tolak pasangan calon Golkar di Pilkada Serentak. Kampanye ini menguat di media sosial sebagai imbas kemarahan publik atas ketidakpekaan partai beringin atas kasus Setya Novanto.
Menurut Muradi, Golkar hingga saat ini pun tak berupaya meredakan kemarahan publik. Akibatnya, konstelasi politik kemungkinan berubah, terutama di daerah-daerah dengan tingkat melek internet tinggi. Sebab di wilayah-wilayah itu, kampanye tolak calon Golkar berembus cukup kencang di media sosial. (pit)