Dia beranggapan pemberian fasilitas seperti itu dapat mengantisipasi adanya intervensi kepada MKD dalam menangani perkara etik. Menurutnya, MKD akan terbentuk sia-sia karena sarat kepentingan. Hal ini disampaikannya dalam forum DKPP Outlook 2016.
"Saran saya, kalau mau MKD mandiri berikan fasilitas yang lebih," ujar Junimart Girsang di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (28/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau begitu, MKD tidak punya marwah. Last minutes bisa diganti. Tidak mungkin seorang pengadil yang baru, bisa memahami anatomi MKD itu sendiri," katanya.
Lihat juga:Jimly Asshiddiqie Singgung Popularitas MKD |
Tak Pantas
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilai permintaan yang diajukan MKD tidak pantas. Bahkan, ia berani menyebut permintaan itu sebagai penghinaan terhadap rakyat, setelah melihat kinerja MKD dalam beberapa kasus terakhir yang ditangani.
"MKD tidak bisa diandalkan, tahu-tahu minta mobil dan rumah. Bagaimana ini? Padahal mereka itu seharusnya menjada kehormatan dewan," kata Sebastian kepada CNN Indonesia, Senin (28/12).
Lihat juga:Di Balik Mundurnya Setya Novanto |
"Tidak benar ini, hasil mengecewakan tapi banyak menuntut. Intinya itu tidak benar. MKD adalah bentuk tanggung jawab, bukan berdasarkan fasilitas yang didapatkan," ujar Sebastian. (pit)