"Usul kepengurusan transisi ini ide brilian saya. Ini paling realistis, dimana pak Jusuf Kalla ditunjuk sebagai ketua umum transisi, dan sekretaris jenderalnya pak Akbar Tandjung," kata Leo dihubungi di Jakarta, Selasa.
Leo mengatakan dirinya mengusulkan agar JK dan Akbar Tandjung mengambil alih Golkar guna secepatnya menyelenggarakan munas. Kedua tokoh itu menurut dia masih dapat diharapkan.
Nantinya, JK dan Akbar dapat menunjuk anggota pengurus partai dari masing-masing kubu baik Agung Laksono dan Aburizal Bakrie secara berimbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leo juga mengusulkan agar kepengurusan transisi mempersiapkan penyelenggaraan munas selambatnya dua bulan. Munas sendiri digelar murni hanya untuk memilih ketua umum Golkar selanjutnya.
"Nanti saat munas, langsung saja habis pembukaan, nyanyi lagu Indonesia Raya, lagu Golkar, lantas pemilihan ketua umum," kata dia.
Lihat juga:Mahkamah Partai Golkar Siap Gelar Munas |
"Kuncinya itu ketulusan hati ARB. Kalau dia tidak mau setuju artinya tidak mau Golkar selamat. Sebaiknya memang posisi ketua umum itu tidak diberikan ke saudagar karena perhitungannya untung-rugi terus," ujarnya. (antara/bag)