"Kami tidak punya ambisi itu sama sekali. Memang gampang memimpin partai? Ngapain repot-repot," ujar Titiek di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
"Kami tidak sama sekali berniat merebut Golkar atau ambil pimpinan Golkar," tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usulan Tommy itu kan kalau hukum yang ada ini ragu-ragu. Ternyata hukumnya masih berjalan. Alhamdulillah kami menang," tegasnya. (Baca juga: Dambakan Islah Golkar, Tommy Soeharto: Hormati Putusan PTUN)
Lebih lanjut, ia menekankan usulan Munaslub tersebut muncul demi mendamaikan Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang tengah berseteru. "Munaslub kan tidak berarti Tommy mau maju. Ini upaya mendamaikan Golkar kedepan," ujar Wakil Ketua Komisi IV ini. (Baca juga: Kubu Agung Nilai Kampanye Munaslub Tommy Tak Laku)
Diketahui, bukan kali pertama sang ‘Pangeran Cendana’ tertarik untuk memimpin Golkar. Tommy telah punya pengalaman menjadi kandidat Ketua Umum Golkar pada Munas Golkar 2009. Ketika itu ia maju bersama Surya Paloh, Ical, dan Yuddy Chrisnandi. Namun dia dan Yuddy langsung tersingkir karena tidak memperoleh satu pun suara. Pertarungan akhirnya dimenangkan Ical.
BACA FOKUS: Siapa Berhak Pimpin Golkar?
BACA FOKUS: Jalan Tommy ke Pucuk Beringin (hel)