"Kami berpandangan, paling lambat Munas digelar pada Februari 2016, agar partai dapat segera melakukan aktivitas agregasi dan rekrutmen politik," kata Agung di kediamannya, Jakarta Timur, Selasa (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, Agung yakin bahwa Munas merupakan satu-satunya mekanisme yang dapat menyelesaikan konflik internal Partai Golkar. Perihal menggelar Munas, Agung menyerahkannya pada rekomendasi Mahkamah Partai Golkar (MPG) yang dinilainya merupakan institusi sah saat ini.
Sebelumnya, Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi menyatakan bahwa Musyawarah Nasional akan digelar dalam waktu dekat. Menurutnya paling lambat bulan depan.
"Munas secepatnya, Januari atau Februari ini," kata Muladi usai konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (5/1).
Dia mengatakan, agenda Munas hanya salah satu alternatif untuk menyelesaikan konflik internal Partai Golkar. Munas tersebut akan memberikan rekomendasi yang bersifat utuh untuk mengakhiri masalah partai.
Penunjukkan Ketua DPR sebaiknya Tunggu Sampai Munas Golkar
Menanggapi pergantian Ketua DPR pasca mundurnya Setya Novanto, Agung meminta agar Fraksi Partai Golkar menunda pergantian tersebut hingga Munas selesai digelar. Sebab, saat ini Partai Golkar masih mengalami kekosongan kepengurusan yang sah di mata hukum.
"Situasi sekarang terjadi kekosongan, maka usulan calon Ketua DPR dari Golkar supaya ditunda dulu, karena legal standing bermasalah. Untuk anggota dewan agar tidak melakukan langkah keliru," ujar Agung.
Penundaan ini menurut Agung untuk menghindari terjadi gugatan di kemudian hari, yang menambah rentetan konflik baru di Partai Golkar.
(chs)