Ketika memberikan pidato sambutan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Periode Tahun 2015-2020, Jokowi mengaku sering mendengar pernyataan berbagai pihak yang menyebut dirinya sebagai presiden yang tidak tegas dan tidak berani.
"Banyak yang menyampaikan, Presiden Jokowi itu tidak tegas, tidak pemberani. Mana ada tidak tegas, tidak berani, tapi menenggelamkan 107 kapal?" ujarnya di Hall D, Jakarta Internasional Expo (JiExpo) Kemayoran, Jakarta, tempat digelarnya rakernas, Ahad (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berhasil menenggelamkan seratusan kapal, Jokowi menganggap upayanya dalam memberantas tindakan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, dengan menjatuhi hukuman mati kepada para pengedar, sebagai bukti bahwa ia merupakan kepala negara yang tegas dan pemberani.
Jokowi menekankan, Indonesia memang ingin menjadi negara yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian. "Kalau itu saya anggap benar, tidak ada yang namanya kata tidak berani. Pasti akan saya lakukan, risiko apapun," ujarnya. (obs)