Pramono berpendapat, sebagai orang yang dibesarkan dalam PDIP, Presiden Jokowi tentunya memiliki pengalaman panjang ketika menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan sekarang menjadi kepala negara. Pengalaman itulah, menurutnya, yang bisa dibagi kepada seluruh kader partai.
"Karena apapun sekarang ini PDIP ada dalam kekuasaan dan kekuasaan tertinggi di bawah Presiden. Maka, beberapa hal dan program yang disinkronkan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pemerintah provinsi itu harus dilakukan. Dan juga beberapa hal yang berkaitan dengan masalah keamanan," ujar Pramono di Hall D, Jakarta Internasional Expo (JiExpo) Kemayoran, Jakarta, Ahad (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan ini bisa menjadi momentum untuk percepatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan sekaligus partai, dalam hal ini PDIP, bisa berpartisipasi," katanya.
Pram menuturkan, saat ini terjadi perubahan paradigma pembangunan di mana pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur, sehingga akan banyak dana yang mengalir ke daerah.
"Maka, perlu penjagaan, pengawasan, dan kontribusi pemerintah daerah. Tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dan apa yang disampaikan Pak Jokowi, membangun dari pinggiran, itu dibuktikan oleh beliau," ujarnya.
Sekarang ini, tutur Pram, daerah-daerah perbatasan dan Indonesia Timur mendapatkan lebih diprioritaskan pemerintah dibanding daerah yang pembangunannya lebih maju, yakni di Jawa.
Pram juga menjamin bahwa tanpa diminta pun, kader PDIP pasti akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintah yang dipimpin oleh Jokowi. (obs)