Oleh karenanya, dalam persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017, PDI Perjuangan akan menjalin komunikasi dengan partai politik lain, terlebih saat ini partainya memiliki kursi 28 di DPRD DKI Jakarta.
"Tujuan kami di Jakarta itu, bagaimana bisa membackup kebijakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla," kata Djarot di sela rapat kerja nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komunikasi tetap ada, dengan partai ada. Komunikasi dengan Pak Ahok ada. Tapi tidak dibuka sekarang," ujar Djarot.
Sebelumnya, Risma menegaskan dirinya tidak akan maju dalam gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 di DKI Jakarta. Dia memilih berkonsentrasi untuk bekerja di Surabaya.
"Nggak lah. Wong ini Surabaya aja belum dilantik. Kok mikir itu. Saya konsentrasi ke Surabaya. Kasihan warga Surabaya," kata Risma di Hall D JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (12/1).
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebelumnya mengatakan partainya sudah mulai mendapat masukan dan usulan terkait nama calon Gubernur DKI Jakarta untuk gelaran Pilkada 2017.
Nama-nama tersebut di antaranya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (bag)