Menurut Hanafi, Jokowi tidak memiliki karakter memanfaatkan orang untuk "menghajar" lawannya. Pengangkatan Johan Budi dianggap hanya untuk memperkuat komunikasi lembaga kepresidenan.
"Saya kira tidak (dimanfaatkan). Saya kira bukan dalam rangka untuk menyiapkan amunisi menghajar siapapun," kata Hanafi di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Rabu (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, dia mendapatkan hadiah kenaikan pangkat pada 2014 menjadi Deputi Pencegahan KPK sebelum akhirnya dipilih menjadi Pelaksana Tugas pimpinan KPK pada 2015 bersama Taufiequrrahman Ruki dan Indriyanto Seno Adji.
Karenanya, Wakil Ketua Fraksi PAN ini meyakini Presiden Jokowi telah membagi dan memberi porsi kerja masing-masing ke Pramono Anung dan Johan Budi.
Johan Budi akan mengkoordinasikan komunikasi pemerintah bersama para humas dari setiap kementerian, sehingga bisa muncul satu suara. Sementara Pramono Anung mengkoordinasikan administrasi kabinet dan analisis kepada presiden dan wakil presiden dalam menyelenggarakan kekuasaan pemerintah.
"Pak Pramono di Seskab dan Johan Budi di Jubir, menjadi konsolidasi yang final," tuturnya. (obs)