Wakil Sekretaris Jenderal Golkar hasil Munas Ancol, Dave Laksono, menyatakan saat ini baik kubu Agung maupun Ical seharusnya tidak lagi menggelar kegiatan apapun yang mengatasnamakan partai. Keputusan Mahkamah Partai Golkar membentuk Tim Transisi dinilai sebagai rujukan yang perlu dipatuhi oleh kedua belah pihak yang berseteru.
Putra dari Agung Laksono itu tidak tahu lagi sampai kapan dua kubu yang telah membelah kepengurusan partai beringin itu akan terus saling ngotot mengklaim keabsahan legalitas kepemimpinan. Kepentingan pribadi pada akhirnya lebih diutamakan ketimbang kebesaran partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu menggelar Rapimnas atas dasar apa. Pak Ical bukan Ketua Umum, Pak Agung juga. Dua-duanya tidak memiliki hak. Yang berhak Pak JK sebagai ketua Tim Transisi," kata Dave.
"Rapimnas ini memang sudah dirapatkan dan rencananya digelar di Jakarta, 23 Januari," kata Wakil Ketua Umum Golkar Munas Bali, Aziz Syamsudin.
Menurut Aziz, agenda Rapimnas nantimya akan membahas program Golkar jangka pendek dan panjang, evaluasi Pilkada serentak, serta persiapan Pilkada 2017. Rapimnas juga akan membahas kebijakan-kebijakan partai berkenaan dengan situasi politik, hukum, ekonomi, dan budaya.
Aziz berkeberatan pihaknya disebut melangkahi niatan rekonsiliasi yang tengah diupayakan oleh eksponen senior Partai Golkar. Ketua Komisi Hukum DPR itu tetap beranggapan kepengurusan partai beringin yang dihasilkan Munas Bali sebagai kepengurusan Golkar yang sah. (bag)