Akbar mengaku tidak diundang, karena, menurutnya, memang selama ini yang proaktif menjadi mediator pembicaraan yang berkaitan dengan upaya mencari solusi dalam konflik antara kubu Munas Ancol dan Munas Bali adalah Jusuf Kalla, yang kebetulan juga menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dan pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
"Dan kami tanya, itu (upaya mediasi kedua kubu oleh JK) masih terus berjalan pada hari ini. Jadi sejak awal memang saya juga tidak pernah, katakanlah, diikutsertakan dalam penyelesaian konflik antara kedua kubu yang dimediasi oleh Jusuf Kalla," ujar Akbar di Akbar Tandjung Institute, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar sadar bahwa selama bertugas memimpin Wantim, masih banyak suara sumir yang terdengar dari DPP, salah satunya teguran Wakil Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali Nurdin Halid kepadanya.
Bahkan, imbuh Akbar, terdapat diktum penting dalam AD/ART yang menyebutkan secara eksplisit bahwa dalam mengambil putusan-putusan yang penting dan strategis, sebaiknya DPP mendengar dan meminta pertimbangan dan saran dari Wantim.
"Kami tulus memberikan saran dan pertimbangan. Kami merasa ikut bertanggungjawab terhadap tugas atau misi yang diemban oleh partai, terutama oleh DPP Partai Golkar," katanya.
"Pertemuan silaturahmi, duduk makan pagi, untuk memantapkan rekonsiliasi. Karena sesuai dengan mengikuti alur dan keputusan Kemenkumham dan sesuai dengan keputusan Rapimnas yang berdasarkan Munas Riau," kata JK di rumah dinasnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, JK menyampaikan besok akan digelar rapat DPP Golkar hasil Munas Riau yang diketuai Ical dan Agung sebagai wakil, untuk persiapan penyelenggaraan Munas.
Selain itu, JK berpesan agar ke depan Partai Golkar memberi kesempatan kepada kader-kader muda untuk memimpin. Hal itu menurutnya juga untuk mewujudkan persatuan pengurus di tingkat pusat hingga daerah.
"Itu cita-cita kita, solid di pusat dan daerah, tidak ada lagi grup-grup. DPP akan satu, Slipi akan satu. Bajunya juga satu kan," kata JK.
"Rapat besok kita akan bersilaturahmi dan melakukan pembicaraan dengan konsolidasi partai. Jadi tangan tanya dulu, Munasnya kapan. Tapi saya kira tidak akan jauh lah, maksimal April-Mei sebelum puasa dilaksanakan," katanya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Riau Agung Laksono mengapresiasi peran JK dalam pertemuan ini. Dia mengatakan bersama dengan Ical akan menjalankan keputusan Menkumham dan Rapimnas dengan sebaik-baiknya.