Hal itu disampaikannya menyikapi Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, yang mengatakan KMP secara fakta sudah bubar. KMP terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan.
"Ketika PAN bergabung ke pemerintah, kami sudah tidak mengenal istilah KMP dan KIH, karena pada tatanan praktis kerjasama parpol sangat cair sehingga aspek KMP dan KIH sudah tidak relevan lagi," ujar Eddy Soeparno saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (4/2).
Lihat juga:Gerindra: Koalisi Merah Putih Bubar |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan tidak mengetahui apakah pernyataan bubarnya KMP tersebut telah disampaikan di pertemuan elite KMP. Sebab, dia mengaku tidak pernah menghadiri pertemuan elit KMP sejak bergabung dengan pemerintah.
Lihat juga:Demokrat Tegaskan Tak Tertarik Kursi Menteri |
Dimulai dari Partai Amanat Nasional, yang mendeklarasikan dukungannya secara resmi di Istana Negara. Disusul dengan Partai Golkar Aburizal Bakrie. Hal itu disampaikannya sebagai salah satu keputusan Rapimnas pada akhir Januari 2016 lalu.
Ketua Partai Persatuan Pembangunan hasil Munas Jakarta, Djan Faridz juga turut menyatakan dukungannya ke pemerintahan Jokowi. Sehingga, tinggal Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera yang hingga saat ini belum memberikan dukungan ke pemerintah. (bag)