Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Komisaris Besar Agung Setya mengatakan hasil penyidikan sangat memuaskan. "Hasilnya excellent. Segera melengkapi hal kecil yang masih kurang dan segera menyelesaikan pemberkasan," kata Agung kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/2).
Lihat juga:RJ Lino Menangis Diperiksa Bareskrim |
Agung tidak menjawab ketika ditanya apakah hasil gelar perkara mengarah kepada penetapan tersangka baru.
Hingga kini, baru ada satu tersangka yang ditetapkan, yakni bekas Direktur Teknik Pelindo II Ferialdy Noerlan. Dia diduga bertanggungjawab atas proyek pengadaan 10 mobile crane yang dipermasalahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:KPK Belum Jebloskan RJ Lino ke Rumah Tahanan |
"Aset saya banyak. Kebanyakan sebelum saya masuk jajaran direksi," kata Lino.
Berbeda dengan kasus yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi, di Kepolisian Lino hanya berstatus sebagai saksi. Komisi antikorupsi telah menetapkan dia sebagai tersangka korupsi pengadaan quay container crane.
Setelah diselidiki, ternyata delapan pelabuhan itu tidak membutuhkannya. Karena itu, penyidik menduga ada motif korupsi di balik pengadaan 10 alat berat tersebut.
Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan menyatakan kerugian negara akibat korupsi ini mencapai Rp37,9 miliar. (sip)