“Pak Prabowo dengan Gerindra pada pilkada nanti tentunya menginginkan posisi calon gubernur,” kata politikus Gerindra Aryo P.S. Djojohadikusumo kepada CNN Indonesia.com, Sabtu (6/2).
Aryo menekankan strategisnya posisi gubernur dibandingkan hanya wakil gubernur. “Yang bisa mengeksekusi itu gubernur. Gubernur yang menandatangani pergub, mengajukan APBD, dan segala kebijakan penting lainnya,” tutur dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan sangat pentingnya posisi dan peran gubernur, kata Aryo, maka partainya tidak akan mau kalau diposisikan lagi sebagai calon wakil gubernur. “Apa gunanya kami mengusung cawagub karena tidak bisa menentukan perubahan,” ucapnya.
Dengan sudah mematok posisi cagub maka partai politik lain yang akan maju bersama Gerindra harus mau menjadi cawagub. “Kami kan sebagai partai terbesar kedua di DKI Jakarta jadi kami tidak mau cawagub,” ujar keponakan Prabowo ini.
Aryo menyatakan Gerindra membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada seluruh partai untuk maju bersama di Pilkada Jakarta tahun depan. “Kami terbuka untuk semuanya, siapapun itu dan dari manapun,” katanya.
Dia menambahkan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra selebihnya menyerahkan kepada pengurus di tingkat provinsi untuk benar-benar selektif menjaring para kandidat. “Dari Pak Prabowo sebagai ketua umum belum membahas dengan petinggi partai-partai lain soal Pilkada Jakarta ini,” tutur Aryo.
(obs)