Karena itu Ketua Umum Partai Gerindra dalam menjaring bakal calon gubernur di internal partai sangat memperhatikan kekuatan dana yang dimiliki oleh masing-masing kadernya yang akan bertarung. “Itu (kekuatan finansial) yang menjadi salah satu syarat penting bagi kader yang ikut seleksi,” kata politikus Gerindra Aryo P.S. Djojohadikusumo kepada CNN Indonesia.com, Minggu (6/2).
Aryo mengatakan bahwa untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tidak gampang dan tidak murah. “Ada 15 ribu tempat pemungutan suara yang harus dijaga oleh saksi-saksi dari pihak kami. Semua itu membutuhkan dana yang besar,” ujar Aryo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aryo mengingatkan bahwa untuk calon wakil gubernur yang akan berpasangan dengan calon gubernur dari Gerindra juga dituntut untuk memiliki kekuatan dana yang besar.
Selain memiliki kekuatan finansial secara mandiri, kata Aryo, syarat lain yang juga menyertai yaitu harus memiliki kekuatan visi, misi, program, dan kemampuan debat. “Kandidat yang akan maju akan dilihat apakah mempunyai kemampuan debat yang hebat juga,” kata dia.
Aryo menyebutkan sejauh ini DPP Gerindra sudah mengantongi empat nama yang lolos dalam seleksi lanjutan. “Ada Sandiaga Uno, Biem Benyamin, M Sanusi, dan M Taufik,” ucap Aryo.
Ketika disinggung dari keempat bakal calon itu bahwa Sandiaga yang memiliki kekuatan finansial paling besar, Aryo hanya menjawab dengan tertawa.
Prabowo saat peringatan HUT ke-8 Partai Gerindra, Sabtu (6/2), sudah menyapa Sandiaga Uno dengan sebutan "gubernur kita". Sandiaga sendiri mengaku sudah diperintahkan Prabowo untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi cagub DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Tadi perintah ketua umum dalam enam bulan ke depan harus menyapa konstituen, bagaiman Gerindra bisa memberikan solusi bagi permasalahan Jakarta," ujar Sandiaga.
(obs)