Meski demikian, Dimyati mengklaim dirinya dan kubu Muktamar Jakarta tidak memiliki masalah dengan kubu Romahurmuziy (Romi) hasil Muktamar Surabaya.
"Kami dengan pihak Romi cs tidak ada masalah. Kalau bertemu malah memberikan selamat karena punya legal standing baru," kata Dimyati di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, dalam keputusannya, Oktober lalu, Mahkamah Agung membatalkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menyatakan Surat Keputusan Menkumham soal pengesahan PPP kubu Romahurmuziy, sah.
"Jadi silakan apa yang mau dilakukan, lakukanlah. Masalah kami adalah dengan Menkumham," kata Dimyati.
Wakil Sekretaris Jenderal PPP hasil Muktamar Bandung Syaifullah Tamliha meminta agar keputusan Yasonna menghidupkan kembali SK Muktamar Bandung dimaknai sebagai langkah untuk segera islah.
"Pemerintah ingin mencoba mencari formulasi mnyelesaikan konflik ini, karena tidak mudah menggabungungkan faksi yang ada di PPP. Sekarang tinggal bagaimana PPP memaknai putusan pemerintah," ujar Syaifullah.
Pasalnya, konflik yang berlarut-larut di proses hukum menurutnya tak akan pernah selesai. Proses politik dinilainya lebih tepat untuk menyelesaikan persoalan.
Selain itu, jika tak segera selesai di 2016 dan proses hukum terus berjalan, maka PPP disebutnya akan terancam eksistensinya sebagai partai politik dan keikutsertaan dalam Pilkada 2017 dan Pemilu serentak 2019.
Sementara itu, pengurus harian DPP PPP hasil Muktamar Bandung akan menggelar rapat internal pengurus harian malam ini.
"Rapat pengurus harian DPP PPP Muktamar Bandung. Jam 7 malam, di kediaman dinas Lukman Hakim Saifudin," kata Syaifullah. (yul)