"Enggak ada lawan Ahok. Masa kami cari lawan yang akan kalah?" ujar Desmond J Mahesa di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Senin (29/2).
Hal itu disampaikannya juga menyikapi keputusan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk tidak ikut bersaing di Pilgub DKI Jakarta mendatang. Keputusan itu diambil karena Ridwan Kamil alias Emil ingin menyelesaikan amanah menjadi Wali Kota Bandung hingga 2018 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dia menekankan Partai Gerindra pada dasarnya belum menentukan siapakah yang akan diusung untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. "Kami lihat perkembangannya. Masa kami mau mendukung calon yang kalah?" katanya.
Emil mengatakan tingginya elektabilitas Ahok tidak menyebabkan dirinya urung jadi peserta Pilkada DKI Jakarta. Ia mengaku tak gentar menghadapi lawan dalam pilkada yang punya elektabilitas tinggi.
Bersama Oded M Danial akhirnya bisa mendapatkan suara 45 persen. Saat itu ia didukung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. Situasi sedikit berbeda, jika Emil maju jadi Calon Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, saat ini elektabilitasnya terbilang tinggi di Jakarta meski tidak melakukan pergerakan politik.
Berdasarkan hasil survei CSIS, tingkat popularitas Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta menduduki peringkat pertama, sebanyak 94 persen. Disusul Tantowi Yahya 81 persen dan Ridwan Kamil 71,25 persen.
Sementara tingkat elektabilitas Ahok juga memperoleh peringkat teratas, yaitu 43,25 persen. Di posisi kedua yaitu Ridwan Kamil sebanyak 17,25 persen, disusul Tri Rismaharini sebanyak 8 persen.