"Peristiwa demi peristiwa pelanggaran HAM di Papua dilakukan negara secara sistematis, masif," kata Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, saat diskusi publik "Jokowi, Kenapa (Tak) Urus HAM Papua?" di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/3).
Natalius mengatakan, strategi pertahanan dan keamanan di Papua tidak pernah berubah dari masa ke masa. Menurutnya, konflik akan terus berlanjut meskipun presiden telah silih berganti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus paniai itu negara yang melakukan, institusi TNI-Polri. Dilakukan oleh negara dan negara menutupi peristiwa Paniai," kata Natalius. "Komnas HAM seperti tidak ada jalan."
"Kebenaran otopsi menunjukkan pelaku yang menbunuh," katanya. Dia meminta hukuman paling berat bagi pelanggar HAM, yaitu hukuman seumur hidup.
"Kami minta pemerintah membuka strategi pengamanan Papua sehingga terlihat mana yang berpotensi pelanggaran HAM," kata Natalius. (yul)