Menurutnya, ada dua jenis keributan dan kegaduhan, yakni yang bersifat positif dan negatif. Terkait perseteruan antarmenteri ini, ujar dia, adalah hal positif yang diperlukan.
"Kalau ribut soal Blok Masela ini perlu. Kenapa? Karena kaitannya dengan biaya operasional yang berkaitan dengan uang negara," kata Qodari dalam diskusi 'Menteri Ribut Bikin Ribet' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua DPP Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi beranggapan perseteruan sah dilakukan asal dilakukan di dalam kabinet. Namun, Budi menilai persoalan ini akan baik bagi publik, untuk mengetahui latar belakang kepentingan di balik perseteruan ini.
"Sesuatu yang dibuka akan melahirkan satu fakta baru yang akan mempertontonkan apa yang terjadi. Waktu akan membuktikan apa yang terjadi dalam pertikaian," ucap Budi.
Kemarin, Presiden Joko Widodo menegaskan kepada para jajaran menterinya untuk tidak memberikan pendapat atas sesuatu yang belum diputuskan olehnya. Selain itu, Jokowi juga meminta agar para menteri fokus bekerja untuk masyarakat alih-alih saling silang pendapat.
"Saya tegaskan para menteri harus fokus pada kerja, kerja dan kerja nyata untuk masyarakat," kata Jokowi usai meninjau lokasi penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI di Jakarta, Jumat (4/3).
(eno)