Hal tersebut dikatakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menceritakan pengalamannya ketika menghadiri rapat konsolidasi pemenangan pilkada di DPP PDIP saat masih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Anas, sapaan Abdullah Azwar Anas, mengatakan dalam rapat konsolidasi itu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu wanti-wanti soal pentingnya gotong-royong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azwar menyatakan semangat gotong-royong itu dipraktikkan dirinya dengan mengampanyekan duet yang dikenal dengan sebutan Jokowi-Ahok itu ke masyarakat Banyuwangi di Jakarta.
Kader-kader PDIP bahkan ikut membantu mensosialisasikan visi, misi dan program kerja Anas saat kampanye pilkada. "Para kader bersinergi dengan banyak elemen masyarakat lainnya ikut mengomunikasikan ke publik luas, bahkan sampai 'door to door'," ujarnya.
Selain itu, hal lain yang membuat pencalonannya di pilkada lebih murah karena alat peraga kampanye dibiayai oleh KPU. Bahkan KPU membiayai iklan-iklan di media sehingga biaya ikut pilkada bisa menjadi lebih murah.
Menurut Anas, sesuai pengalaman ada tiga hal yang membuat pencalonannya dalam dua kali pilkada bisa murah, yakni tidak ada mahar di partai, kerja gotong-royong para kader, dan aturan KPU yang memfasilitasi terciptanya iklim kompetisi politik yang baik dengan terpenuhinya kebutuhan alat peraga kampanye.
"Dengan adanya tiga hal tersebut, maka kerja-kerja politik menjadi lebih nyaman untuk dijalani," ujar dia.
(antara/obs)