"Dari dulu hubungan mereka dekat. Saat perayaan Natal dulu, Ibu Mega sempat mendatangi rumah Ahok. Sudah seperti ibu dan anak," kata Hendrawan, Kamis (24/3).
Ahok semalam menghadiri acara peluncuran buku mengenai Megawati yang berjudul "Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat". Ahok menjadi orang pertama yang menerima buku itu dari Megawati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hubungan aku dengan Mega melampaui partai politik. Hubunganku dengan Ibu Mega kan seperti kakak-adik. Makanya kalau PDIP marah sama saya, saya bilang 'Gue bukan orang PDIP kok. Gue orangnya Bu Mega,'" kata Ahok.
"Ada komunitas politik yang ingin memecah hubungan mereka dengan politik ‘divide et impera.’ Mereka menunggangi arus liberalisme dan individualisme ekstrem yang mewarnai perjalanan demokrasi kami," kata Hendrawan.
"Politik kan the art of the possible. Yang lebih penting bukan memantik kesalahpahaman dan konflik persepsi," kata Hendrawan.
Hingga saat ini Ahok masih ingin bersaing dalam Pilkada 2017 melalui jalur perseorangan. Namun Ahok juga telah mengantongi dukungan dua partai politik, NasDem dan Hanura.
Sementara itu, PDIP belum memastikan bakal calon gubernur Jakarta yang akan mereka dukung atau usung pada pilkada mendatang. Pimpinan pusat PDIP masih menjaring dan menyaring bakal-bakal calon kepala daerah.