Fadli mengatakan partai politik masih memiliki beberapa bulan untuk membicarakan soal siapa sosok yang sekiranya bisa menyaingi atau bahkan mengalahkan Ahok.
Waktu beberapa bulan itu, kata Fadli, dirasa cukup untuk menemukan sosok tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun terlepas dari romansa masa lalu tersebut, Fadli menyerahkan keputusan soal pemimpin DKI Jakarta pada masyarakat yang nanti menjadi pemilih. Dia pun menyerahkan pada proses demokrasi yang berjalan di Indonesia.
"Jadi terserah mau siapa saja (yang dipilih), mau berprestasi atau tidak itu hak orang untuk dipilih dan memilih," ujarnya.
"Saya tidak pusing karena itu terserah masyarakat. Namun kita semua harus jelas siapa orang yang punya integritas dan harus siap dipertanyakan berbagai hal."
(obs)