Wakil Ketua Steering Committee Muktamar VIII Reni Marlinawati menyatakan akan membuka pintu islah sampai kapan pun bagi seluruh kader di daerah yang belum menentukan sikap.
“Secara de facto melalui muktamar ini telah dilakukan islah atau perdamaian sehingga seluruh kepengurusan, baik di daerah maupun pusat mengikuti hasil dari muktamar ini,” ujar Reni seusai muktamar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Minggu (10/4), seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil menunggu itikad baik dari para kader yang masih berbeda kubu, Reni menyampaikan bahwa pengurus PPP periode 2016-2021 akan fokus untuk mengejar ketertinggalan dari proses demokrasi.
Adapun Romy menyatakan akan tetap berkomitmen untuk mengajak anggota partai tersebut yang masih berbeda pandangan dengan dirinya.
"Kami tidak akan menutup pintu, kami mengajak para pihak yang mungkin sampai detik ini tinggal sedikit untuk kembali bersama PPP," ujar Romi saat dijumpai di sela-sela agenda Muktamar VIII.
Romy menuturkan, kepengurusan PPP yang baru terpilih untuk masa periode 2016-2021 merasa perlu untuk tetap terbuka karena untuk mengurus partai tersebut perlu kerja sama para kader dan anggota.
Bekas Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya itu menambahkan, dirinya juga mengajak Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz untuk ikut bergabung dengan kepengurusan PPP yang baru hasil Muktamar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.
(obs)