Menurut Fahri, besar kemungkinan permasalahan antara dirinya dengan para petinggi PKS akan tetap diselesaikan melalui jalur sidang di PN Jakarta Selatan. Ia memandang sidang di pengadilan akan melahirkan dasar hukum yang kuat bagi penyelesaian kisruh dirinya dengan PKS.
"Setelah merenung agak dalam, kami putuskan agar masalah ini diselesaikan Mahkamah Negara. Sebab, dengan cara itu semua menjadi jelas dan tidak kontroversi lagi, karena putusan negara mengikat kita semua. Apalagi tidak ada jaminan bahwa (persoalan) bisa diputuskan di forum mediasi," kata Fahri di PN Jakarta Selatan, Selasa (3/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para petinggi PKS yang digugat Fahri hanya diwakili oleh kuasa hukumnya Zainudin Paru dan anggota Majelis Tahkim PKS Abdi Sumaithi.
"Hakim mediator pun mengatakan harusnya ada itikad baik untuk datang semuanya. Saya juga anggota DPR dan saya juga ditunggu oleh masyarakat di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Bupatinya sudah kontak saya," katanya.
Fahri berkata, dirinya sebenarnya tidak menggugat PKS secara kelembagaan. Ia hanya menggugat para petinggi partai yang dianggap melanggar aturan saat memecat dirinya Maret lalu.
Mediasi antara Fahri dan petinggi PKS pun direncanakan kembali digelar pada Senin (9/5) mendatang. Nantinya, mediator akan langsung memutuskan apakah mediasi dapat dilanjutkan atau persidangan perdata kasus Fahri dan petinggi PKS kembali digelar.
Gugatan perdata dilayangkan Fahri karena ia merasa PKS melanggar hukum saat memecat dirinya sebagai kader. Dalam gugatannya, Fahri menggugat Presiden partai Sohibul Iman, para anggota dan Ketua Majelis Tahkim PKS, serta Badan Penegak Disiplin Organisasi PKS.
PKS telah resmi memberhentikan Fahri dari seluruh keanggotaan partai. Pemecatan dilakukan PKS lantaran Fahri dianggap membangkang dari aturan partai. Fahri juga telah menerima surat pemecatannya sejak 3 April lalu.
Presiden PKS Sohibul Iman telah menjelaskan kronologi pemberhentian Fahri yang merujuk pada rekomendasi BPDO PKS.
Pemecatan Fahri merupakan akumulasi sikap partai terhadap berbagai ulah maupun pernyataan kontroversial yang keluar dari mulut Fahri selama memimpin parlemen.
Sohibul menganggap apa yang dilakukan Fahri tidak sejalan dengan karakteristik partainya. PKS mengharapkan Fahri bisa menjaga kedisiplinan dan kesantunan sehingga tidak menimbulkan kontroversi dan citra negatif bagi partai. (bag)