Ade menuturkan hal tersebut setelah resmi maju dalam pemilihan yang akan digelar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar.
Ade berkata, saat ini tim suksesnya masih menggalang dana dari seluruh kader yang mendukungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika nantinya mahar tidak dipersoalkan secara hukum, Ade menyatakan siap membayar mahar. Ade berkata, ia akan tunduk dan patuh pada keputusan partai.
Ketua Komite Pemilihan Munaslub Golkar, Rambe Kamarulzaman mengatakan, lembaganya sudah mengkonsultasikan syarat biaya calon ketua umum sebesar Rp1 miliar kepada KPK.
Menurutnya, hal itu bukanlah praktik transaksional sebab diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.
Kalaupun KPK akhirnya akan mengusut sumber uang mahar, Rambe berkata, Golkar tidak akan menghalang-halangi upaya tersebut. "Kalau berpotensi hasil korupsi dan merugikan negara, silahkan ditelusuri," ujarnya.
Sebelumnya, KPK menyatakan syarat wajib penyerahan uang mahar Rp1 miliar adalah sebuah praktik politik uang yang nyata. Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif menyesalkan tindakan partai beringin yang memutuskan hal tersebut.
"Mana ada di dunia kalau mau jadi ketua partai harus nyumbang Rp1 miliar," ujar Laode dalam pesan singkat, Selasa (3/5). (abm)