Jokowi berkata, terpilihnya mantan Ketua DPR tersebut merupakan cerminan suara para kader Golkar.
"Ini wilayahnya Partai Golkar. Siapapun yang terpilih, itu pilihan dari mereka yang memiliki hak suara baik di DPP, DPD, maupun ormas-ormasnya," ujar Jokowi di Seoul, Korea Selatan, Selasa (17/5), seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka kan memang di Watim Golkar. Saya sudah sampaikan posisi Istana ada di mana. Tidak perlu saya ulangi," tuturnya.
Ade berkata, ia mengambil keputusan itu setelah berdiskusi dengan sejumlah rekannya, termasuk Aburizal Bakrie selaku Ketua Dewan Pembina Golkar.
“Saya lebih muda daripada Pak Novanto. Saya masih 50 tahun, Pak Novanto sekarang 60 tahun. Masih ada kesempatan bagi saya di masa yang akan datang," ucapnya.